Agungnya hari ‘Arafah

#PesanUstadzYusufMansur
#Bandung 10 Sep 2016

Yth. Kwn2 semua…
Semoga Allah panjangkan umur dlm ketaatan dan kesehatan.

Ini ada artikel bagus. Kami terjemahkan. Semoga bs jd ilmu dan nganter kpd amal saleh yg diridhai dan diterima Allah. Aamiin.

Salam hormat,

Yusuf Mansur.

Berikut artikelnya. Tentang Hari ‘Arafah:

غَداً يَوْمُ عَرَفَةَ ..
فَمَاذَا نَحْنُ فَاعِلُوْنَ ؟

Besok hari Arafah
Apa yang kita lakukan?

لَئِنْ كَانَتْ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَجْهُوْلَةَ الزَّمَانِ فِي لَيَالِي الْعَشْرِ..
فَإِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ مَعْرُوْفٌ يَوْمُهُ مُسْبِقاً..!
وَلَئِنْ كَانَتْ لَيْلَةُ الْقَدْرِ تَتَنَزَّلُ فِيْهَا الْمَلَائِكَةُ ..
فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ كُلِّهِ نُزُوْلاً يَلِيْقُ بِجَلَالِهِ.

Jika malam lailatul Qadr tidak diketahui kapan jatuhnya di 10 malam terakhir Ramadhan
Maka hari A’rafah telah diketahui waktunya sebelumnya
Jika pada malam lailatul Qadr para malaikat turun pada malam tersebut
Maka sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla turun pada hari kiamat dengan “turun” yang layak dengan kemuliaan-Nya

وَلِعَظَمِ هَذَا الْيَوْمِ كَانَ السَّلَفُ رَحِمَهُمُ اللهُ يَدَّخِرُوْنَ حَاجَاتِهِمُ الْخَاصَّةَ وَحَاجَاتِ أُمَّتِهِمُ الْعَامَّةَ لِيَوْمِ عَرَفَةَ؛ لِكَرَمِ اللهِ سُبْحَانَهُ الْكَثِيْرِ وَاسْتِجَابَتِهِ لِلدُّعَاءِ فِيْهِ..

Karena agungnya hari ‘Arafah ini, dahulu para salaf (semoga Allah merahmati mereka), mereka menyimpan hajat-hajat mereka sendiri khususnya, juga hajat umat Islam pada umumnya untuk didoakan pada hari ‘Arafah. Karena karunia Allah berlimpah dan doa diijabah pada hari tersebut.

فَكَمْ مِنَ الْأُمْنِيَاتِ وَالدَّعَوَاتِ وَالْآمَالِ  تَحَقَّقَتْ فِي هَذَا الْيَوْمِ الْمُبَارَكِ..!

Berapa banyak harapan, doa, serta cita-cita terwujud pada hari yang penuh keberkahan ini

فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَخْلُوَ بِنَفْسِكَ – عَلَى الْأَقَلِّ – عَشِيَّةَ يَوْمِ عَرَفَةَ بِالذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ وَالْاِسْتِغْفَارِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ ؛ فَافْعَلْ .. وَشَجِّعْ مِنْ حَوْلِكَ، وَلَا تَنْسَ صِيَامَهُ الَّذِي قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي فَضْلِهِ” صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ “.

Jika anda mampu menyibukkan diri anda (minimal) pada ‘asyiyyah hari ‘arafah dengan berdzikir, berdoa, dan beristighfar serta membaca Qur’an maka lakukanlah! Dan ajaklah orang-orang sekitarmu dan jangan lupa untuk berpuasa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw tentang keutamaannya “Puasa hari ‘Arafah (yang dengannya) aku berharap Allah akan menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.”

( وَالْعَشِيَّةُ: مِنْ بَعْدِ صَلاَةِ الْعَصْرِ اِلَى أَذَانِ الْمَغْرِبِ ) .

‘Asyiyyah maksudnya: dari setelah sholat ashar sampai adzan magrib

يَقُوْلُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ”
حَسَّنَهُ الْأَلْبَانِي.

Nabi Saw bersabda: “sebaik-baik doa adalah doa pada hari ‘Arafah, dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan juga para Nabi sebelumku adalah : tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian. Dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

وَفِي اِجَابَةِ الدُّعَاءِ يَقُوْلُ أَحَدُ الصَّالِحِيْنَ: وَاللهِ مَا دَعَوْتُ دَعْوَةً يَوْمَ عَرَفَةَ وَمَا دَارَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ إِلاَّ رَأَيْتُهَا مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ !

Mengenai ijabahnya doa, salah seorang sholih mengatakan: demi Allah aku tidak berdoa dengan satu doa pada hari ‘Arafah dan tidak berlaku setahun atas doa tersebut kecuali aku melihatnya seperti fajar menyingsing.

فَأَحْسِنُوْا -بِالدُّعَاءِ- لِأَنْفُسِكُمْ وَوَالِدِيْكُمْ وَأَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ وَأَرْحَامِكُمْ،،
وَلاَ تَنْسَوْا أِخْوَانَكُمُ الْمُجَاهِدِيْنَ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَالْمُضْطَهَّدِيْنَ وَالْمَأْسُوْرِيْنَ وَالْأُمَّةَ الْاِسْلَامِيَّةَ كُلَّهَا .. فَلَعَلَّ دَعْوَةً مِنْ وَلِيٍّ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللهِ ( رَجُلاً كَانَ اَوِ امْرَأَةً)  يَكُوْنُ بِهَا النَّصْرُ وَالْفَرَجُ وَالتَّمْكِيْنُ بِإِذْنِ اللهِ..

Maka berbuat kebaikanlah anda dengan berdoa untuk diri anda, orang tua anda, istri anda, anak-anak anda dan kerabat-kerabat anda. Dan jangan lupa dengan saudara-saudara anda para mujahidin, orang-orang lemah, orang-orang teraniaya, tertawan dan seluruh umat Islam. Semoga doa dari seorang wali Allah (laki-laki maupun perempuan) menjadi wasilah kemenangan, kelapangan, keteguhan dengan izin Allah.

وَلْيَكُنْ دُعَاءً مُخْلِصاً خَاشِعاً، مَعَ الثِّقَةِ التَّامَّةِ بِإلْاِجَابَةِ..
وَمَا أَحْرَاهُ بِالْقَبُوْلِ لَوْ تَقَدَّمَهُ صَدَقَةٌ وَاِنْفَاقٌ فِي سَبِيْلِ وُجُوْهِ الْخَيْرِ الْكَثِيْرَةِ قَلَّ ذَلِكَ أَوْ كَثُرَ.

Hendaknya doa tersebut ikhlas dan khusyu’, dan keyakinan penuh diijabah. Apalagi doa itu akan lebih mungkin dikabul jika didahului oleh amal sedekah, berinfak di berbagai jalan kebaikan baik itu sedikit maupun banyak.

وَالْمَحْرُوْمُ مَن حُرِّمَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ ..
يَقُوْلُ الْاِمَامُ الْغَزَالِيُّ :
” إِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ إِذَا أَحَبَّ عَبْداً؛ اسْتَعْمَلَهُ فِي الْأَوْقَاتِ الْفَاضِلَةِ بِفَوَاضِلِ الْأَعْمَالِ، وَإِذَا مَقَتَهُ؛ اِسْتَعْمَلَهُ فِي الْأَوْقَاتِ الْفَاضِلَةِ بِسَيِّئِ الْأَعْمَالِ !! “. نَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الْخِذْلَانِ

Orang yang rugi adalah orang yang diharamkan mendapatkan kebaikan pada hari ini.

Imam Al-Ghazali mengatakan: jika Allah mencintai seorang hamba Allah akan menyibukkannya di waktu-waktu yang memiliki banyak keutamaan dengan amalan-amalan utama. Jika Allah murka terhadap seorang hamba Allah akan menyibukkannya di waktu-waktu yang memiliki banyak keutamaan dengan amal dosa.

Kita berlindung  kepada Allah dari kehinaan.

(Semoga Allah berikan kepada semua yang terlibat di dalam penulisan dan penyebaran artikel ini; Salam lagi, Yusuf Mansur).

Balas

Kirim komentar

avatar
wpDiscuz