Do What You Love, Love What You Do

Jargon di atas sering kali kita dengar kalau kita melihat sebuah acara kuis musik di salah satu televisi swasta yang sedang hits belakangan ini. Pernahkah pembaca berpikir dan merenung, sudahkah saya melakukan hal yang saya cintai, dan mencintai hal yang lakukan dengan sepenuh hati?

Sebelumnya penghayatan Saya terhadap kalimat di atas adalah “Ah, itu kan hanya kalimat klise. Gak mungkin benar-benar kita rasakan.” Maksud saya, ketika kita melakukan sesuatu pasti ada hal-hal yang kita benci, mau tidak mau tetap kita lakukan. Melawan hati nurani jadinya. Betul tidak?

Contoh paling kongkrit yang dapat saya berikan adalah ketika dahulu Saya masih bekerja di kantor. Saya suka pekerjaan Saya, Saya bangga dengan jabatan yang Saya emban di kantor saya. Tapi jujur, Saya belum sampai pada tahap mencintai pekerjaan Saya. Mengapa demikian, karena disela-sela waktu bekerja, saya masih mencari hal-hal lain yang Saya suka mengerjakannya, dan seringkali itu ada di luar pekerjaan. Bisa dibilang selingkuh dalam bidang kerja.

Suatu saat Saya mengambil sebuah keputusan besar di dalam hidup Saya. Saya berhenti bekerja dan memutuskan untuk mulai melakukan hal-hal yang saya sukai. Sejak saat itu, hidup Saya berubah. Saya merasa lebih bahagia dalam berkarya, Saya tidak merasa stress karena tekanan pekerjaan yang Saya lakukan, Saya merasa ringan menjalani hari-hari kehidupan Saya, dan satu hal keajaiban yang Saya rasakan adalah Saya mendapatkan lebih banyak dibanding pendapatan Saya ketika masih bekerja dulu. Amazing bukan? Luar biasa, Alhamdulillah.

Jadi, kata-kata di atas bukanlah hanya jargon belaka. Kata itu nyata, bila kita benar-benar melakukan apa yang kita cintai, dan mencintai apa yang kita lakukan. Jika Anda sudah berada di titik ini, SELAMAT. Anda adalah ‘ROCKSTAR’! Meminjam istilah teman RENE SUHARDONO. ^_^

Salam!

 

Balas

Kirim komentar

avatar
wpDiscuz