Saking fenomenalnya PayTren, kesyariahannya pun dipertanyakan. Ini jawaban kami.

Silakan anda semua search google Fatwa MUI no 75 tahun 2009 tentang PLBS (Penjualan Langsung Berjenjang Syariah). Disana dijelaskan secara detail 12 syarat MLM disebut syariah beserta dasar Qur’an dan Hadits nya serta kaidah fiqh nya.

Memang miris sekali sekarang hamper semua bisnis dan bahkan ada unsure kepentingan pribadinya dikaitkan2 dengan syariah. Padahal isinya konvensional.

Kalau mau bicara MLM, semua kegiatan kita hamper seluruhnya MLM, hanya saja kita tidak pernah sadar. Setiap hari kita biasa tunjuk menunjuk, promo mempromosikan.

“Eh disana ada sekolah bagus tuch di daerah Bandung. Ada tukang bakso enak benner di pojok sana. Ada buku bagus banget banget baru aku beli di GRAMEDIA.” Dan sebagainya. Tapi apakah kita mendapatkan kata trima kasih dari si pemilik toko? Dari penjual bakso? Dari GRAMEDIA mungkin? Padahal kita sudah mempromosikan produk yang mereka jual.

Di dunia ini gak ada yang kenal kata terima kasih. Yang punya terima kasih cuma MLM. Sayangnya, MLM banyak yang merugikan orang lain, mendzhalimi orang lain, naik2in harga setinggi2 nya. Produk yang harga aslinya 50.000 kalau sudah masuk MLM jadi 300.000. Orang2 nya di dalam yang bekerja pun banyak sekali yang mengotori. Paytren pun kalau orang2 nya bekerja dengan kotor, tidak mematuhi kode etik PayTren pun akan kotor dan tidak lagi disebut syariah.

Jadi pahami isi dalamnya PayTren ya!! Jangan asal tuduh, gak baik! Jangan asal bicara, mengotori hati, nambah2in dosa…

Mengenai reward dan komisi bagi hasil paytren dihukumi jualah. Hadiah yang diberikan bagi siapa saja yang mau bekrja dan bersungguh2 menjalankan bisnis paytren.

PayTren itu beda yaa. Paytren itu aplikasi. Yang di MLM kan ini aplikasi dan dibutuhkan semua orang dri semua kalangan. Semua pihak management paytren MENOLAK harga jual apliaksi paytren hanya 350.000, karena terlalu murah untuk sebuah aplikasi yang berlegalitas lengkap, dan memenuhi semua kebutuhan pembayaran masyarakat. Tapi, karena ustad rahmatan lil ‘alamin,,,ustad tetap bersikukuh untuk menghargai aplikasi paytren di harga 350.000, alasannya agar semua masyarakat dari kalangan manapun bisa berbisnis paytren.

Dan, perlu dipahami!! Paytren itu bukan minta kita untuk jualan pulsa. Tapi mengajak kita untuk menjadi masyarakat yang smart, mengalihkan semua pembayaran kita hanya di handphone kita sendiri. Melalui produk asli anak bangsa. Bukan malah bayar2 dan belanja2 melalui produk luar negri.

Balas

Kirim komentar

avatar
wpDiscuz